Jumat, 15 November 2013

BIOAKTIVITAS FLAVONOID

Flavonoid merupakan kelompok senyawa fenolik terbesar yang terdapat pada tanaman. Flavonoid merupakan salah satu produk metabolisme sekunder yang penyebarannya terbatas, yaitu pada tumbuhan dan mikroorganisme. Senyawa flavonoid terdapat pada semua bagian tumbuhan termasuk akar, daun, kayu, kulit, tepung sari, bunga, buah, dan biji. Adanya Flavonoid pada hewan seperti kelenjar bau berang-berang, propolis (sekresi lebah) dan dalam sayap kupu-kupu, dianggap berasal dari tumbuhan yang menjadi makanannya dan tidak mengalami biosintesis dalam tubuh hewan tersebut. Banyaknya senyawa flavonoid di alam bukan disebabkan oleh banyaknya variasi struktur, akan tetapi disebabkan oleh tingkat hidroksilasi, alkoksilasi, atau glikosilasi dari struktur flavonoid tersebut.

Flavonoid mempunyai manfaat yang beragam terhadap organisme sehingga tumbuhan yang mengandung flavonoid umumnya digunakan dalam pengobatan tradisional. Tumbuhan yang secara tradisional digunakan untuk mengobati gangguan fungsi hati ternyata mengandung komponen aktif senyawa flavonoid yang mempunyai aktivitas antioksidan. Selain itu flavonoid juga mempunyai aktivitas sebagai inhibitor kuat pernapasan. Senyawa ini juga merupakan penampung yang baik bagi radikal hidroksi dan superhidroksi sehingga dapat melindungi membran lipid terhadap reaksi yang merusak. Flavonoid merupakan senyawa pereduksi yang baik dan dapat menghambat terjadinya reaksi oksidasi, baik secara enzim maupun non enzim.

Beberapa turunan flavonoid dari isoflavon, misalnya rotenone, merupakan insektisida alam yang kuat. Isolat flavonoid dari benalu mangga mampu menghambat pertumbuhan kanker. Selain mempunyai struktur molekul yang unik, beberapa senyawa flavon yang berasal dari Artocarpus juga memperlihatkan bioaktivitas antitumor yang tinggi pada sel leukemia L 1210. Senyawa flavonoid memiliki bioaktivitas yang menarik seperti antileismania, antiinflamasi, antidiuretik, dan antihipertensi.
Senyawa flavonoid merupakan golongan terbesar dari senyawa polifenol, oleh karena itu larutan ekstrak yang mengandung komponen flavonoid akan berubah warna jika diberi larutan basa atau amonia (Agestia,2009). Flavonoid merupakan golongan fenol yang terbesar ditemukan di alam (Lenny, 2006). Penelitian Bitam et al.  (2010) menemukan kandungan flavonoid pada lamun Halophila stipulacea.
Flavonoid merupakan senyawa metabolit skunder yang terdapat pada tanaman hijau, kecuali alga. Flaonoid yang lazim ditemukan pada tumbuhan tingkat tinggi (Angiospermae) adalah flavon dan flavenol dengan C- dan O-glikosida, isoflavon C- dan O-glikosida. Flavonoid termasuk senyawa fenolik alam yang berpotensi sebagai antioksidan dan mepunyai bioaktivitas sebagai obat. Flavonoid mempunyai kerangka dasar karbon yang terdiri dari 15 atom karbon, dimana dua cincin benzena (C6) terikat pada satu rantai propana (C3) sehingga membentuk suatu susunan C6-C3-C6. Susunan ini dapat menghailkan tiga jenis struktur, yakni  1,3-diarilpropan atau flavonoid,  1,2-diarilpropan atau isoflavonoid dan 1,1-diarilpropan atau neoflavonoid. Strukturya dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Permasalahan :       
Pada artikel di atas dikatakan bahwa  Senyawa flavonoid terdapat pada semua bagian tumbuhan termasuk akar, daun, kayu, kulit, tepung sari, bunga, buah, dan biji. Yang ingin saya tanyakan apakah jenis flavonoid yang terdapat pada setiap bagian tumbuhan tersebut sama, sementara kandungan zat-zat pada setiap bagian tumbuhan itu berbeda ? jika tidak tolong sebutkan jenis flavonoidnya  ? lalu di atas juga dikatakan bahwa flavonoid mempunyai aktivitas antioksidan, selain itu flavonoid juga mempunyai aktivitas sebagai inhibitor kuat pernapasan, nah jika dilihat pada struktur di atas pada gugus bagian mana yang sangat berpengaruh sebagai antioksidan dan aktivitas sebagai inhibitor kuat pernapasan ? terima kasih.



2 komentar:

  1. pada akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji, memiliki kandungan flavonoid yang berbeda dan jenis yang berbeda sehingga memiliki kegunaan yang berbeda pula.
    tiap jenis flavonoid yang terdapat pada bagian tumbuhan tersebut juga tergantung pada tumbuhan apa dia terkandung.

    sebagai antioksidan dan inhibitor pernafasan terdapat pada gugus katekol pada cincin B. dimana memiliki fungsi radikal hidroksi dan superhidroksi sehingga dapat melindungi membran lipid terhadap reaksi yang merusak.
    Flavonoid merupakan senyawa pereduksi yang baik dan dapat menghambat terjadinya reaksi oksidasi, baik secara enzim maupun non enzim.

    trimakasih

    BalasHapus
  2. Flavonoid merupakan metabolit sekunder yang paling beragam dan tersebar luas. Sekitar 5-10% metabolit sekunder tumbuhan adalah flavonoid, dengan struktur kimia dan peran biologi yang sangat beragam. Sehingga dapat dikatakan bahwa kandungan flavonoid pada akar, batang, bunga, daun, buah, serta biji berbeda-beda. Karena flavonoid mempunyai fungsi yang berbeda pula tergantung dimana flavonoid tersebut berada. Adapun bagian tanaman yang bertugas untuk memproduksi flavonoid adalah bagian akar yang dibantu oleh rhizobia.
    Bagian gugus yang sangat berpengaruh sebagai antioksidan dan aktivitas sebagai inhibitor kuat pernapasan adalah sangat bergantung pada substituen pada cincin B. Yang akan meningkatkan aktivitas antioksidan flavonoid adalah ortohidroksilasi dan adanya katekol pada cincin B.

    BalasHapus